Keterangan:::

Rabu, 27 April 2011

Kalah

Setan-setan di dalam tubuh ini benar-benar berpesta setelah berhasil memukulku jatuh. Tinjunya yang keras merobek sebagian topeng besi yang menutupi wajahku. Aku terjerambab dengan seluruh tulang hancur dan sebagian bergeser dari tempatnya.

Quantcast
Dadaku remuk karena hantaman besi panas membara. Aku terengah parau.
Entah seperti apa bentuk ragaku kinii, hanya perih yang kurasakan luar biasa. Aku meludah. Asin dan panas.
Pedangku entah kemana. Mataku nanar menatap nafasku tersengal.
Asap hitam membayang, langit hitam menurunkan bunga api halilintar. Pasukanku mundur teratur setelah sebagian meregang nyawa di medan tanpa perhitungan ini.
Aku terkejut dgn dentuman langkah yg tiba-tiba saja mendekat. Sosok bengisnya yg beraroma kematian menyeruak. Lalu diinjaknya leher dan separuh mulutku. Didekatkan wajahnya yg buruk, ia menyeringai. Tersedak darah sendiri, aku hanya melotot memandangnya membusungkan dada dan mengepalkan tangannya yg merah berkeringat darah ke udara.
Hiruk pikuk pasukannya membahana.
Sekali lagi ia merunduk lalu menjambak tengkukku.
Sesaat dalam sekarat aku merasakan terhempas ke tempat paling jauh, gelap, hitam dan hanya bau busuk serta rintihan abadi yang menyayat telinga. Sayup-sayup jauh separuh telingaku yg hancur menangkap gemuruh sorak dan tawa kemenangan..
Lalu senyap…….
Rabbii, Laa ilaaha illa anta, kunna minadzdzolimiin.., nastaghfiruka.. wa natuubu ilaik..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar